Wednesday, January 23, 2008

Flim ayat cinta kapan diputar ???

ayaknya, menunggu detik-detik pemutaran film Ayat-Ayat Cinta (AAC), walaupun masih lebaran nanti diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia (dan katanya Mesir juga lho) tapi pengen cepet-cepet nonton, walapun terlepas dari pro dan kontra para pemain-pemainnya. Seperti yang tertulis dai wikipedia, Novel ini menceritakan kehidupan seorang mahasiswa Indonesia bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq yang sedang mengeyam pendidikan di universitas Al-Azhar Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam sebuah perjalanan, Fahri bertemu dengan seorang mahasiswi Mesir bernama Aisha, yang diam-diam mengagumi sosok Fahri sebagai seorang yang ramah dan memiliki wawasan keislaman yang luas. Selain Aisha, Maria Boutros seorang gadis Kristen Koptik juga menaruh hati pada Fahri. Kisah cinta di antara mereka semakin rumit ketika dua tokoh lainnya, yaitu Nurul dan Noura Bahadur, juga mengalami perasaan yang sama. Yup, walaupun dibaca berulang-ulang, aku jamin tak akan bosanlah… Mari kita bahas tokoh utama AAC satu persatu : Fahri Bin Abdullah Shiddiq Fahri Bin Abdullah Shiddiq, tokoh yang nyaris sempurna. Ketika membaca novel sampai habis, kita pasti tahu bagaimana “sempurna”nya tokoh Fahri ini. Fedi Nuril, aku sih gak terlalu kenal dia, yang aku tau dia salah seorang tokoh sentral Mengejar Matahari. Trus pemain film sekaligus personil Garasi, banyak yang tidak setuju tokoh Fahri bin Abdullah Shiddiq diperankan oleh Fedi. Dengan alasan imagenya sudah tercemar, aku sih no comment saja. Banyak yang menginginkan tokoh Fahri diisi oleh artis yang imagenya alim atau pendatang baru yang belum punya image.Fedi Nuril (lahir di Jakarta pada 1 Juli 1982) adalah seorang aktor Indonesia. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Nuril. Film pertamanya adalah Mengejar Matahari yang diarah oleh Rudy Soedjarwo. Maria Gadis Mesir itu, namanya Maria. Ia juga senang dipanggil Maryam. Dua nama yang menurutnya sama saja. Dia puteri sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Bisa dikatakan, keluarga Maria adalah tetangga kami paling akrab. Ya, paling akrab. Flat atau rumah mereka berada tepat di atas flat kami. Indahnya, mereka sangat sopan dan menghormati kami mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Al Azhar.(Cuplikan Novel AAC) Rianti Cartwright lahir di Bandung, 22 September 1983. Terlahir dari ayah berdarah Inggris dan ibu Sunda-Jawa ini dikenal publik sebagai VJ MTV Indonesia dan (kini) bintang film, pemain sinetron. model video kilp dan model iklan juga. Cuma dia belum nyanyi seperti jebolan VJ MTV lainnya (Nirina, Evan, Arie). Banyak yang meragukan Rianti untuk memainkan tokoh Maria, Puteri Tuan Boutros Girgis, emang kenapa sih? Alasan agama? Dia muslimah kok. Lha terus apa masalahnya? Kalau aku pikir sah-sah saja kok, asal Rianti bisa memerankan dengan baik. Aisha Aku memandang ke arah Aisha, pada saat yang sama dua matanya yang bening di balik cadarnya juga sedang memandang ke arahku. Pandangan kami bertemu. Dan ces! Ada setetes embun dingin menetes di hatiku. Kurasakan tubuhku bergetar. Aku cepat-cepat menundukkan kepala. Dia kelihatannya melakukan hal yang sama. Kukira Aisha tidak setegang diriku, sebab dia merasa lebih santai. Wajahnya tersembunyi di balik cadarnya. Sementara diriku, aku tidak tahu seperti apa bentuk mukaku. Aku harus mencari cara untuk menghilangkan ketegangan ini. Si kecil Hasan memandangi aku. Aku tersenyum padanya. Kutarik dia ke pangkuanku. Dia menurut….. ……. Sambil mendekap Hasan aku menyaksikan tangan kanan Aisha perlahan-lahan membuka cadarnya. Ada hawa sejuk mengalir dari atas. Masuk ke ubun-ubun kepalaku dan menyebar ke seluruh syaraf tubuhku. Wajah Aisha perlahan terbuka. Dan wajah putih bersih menunduk tepat di depanku. Subhanallah. Yang ada di depanku ini seorang bidadari ataukah manusia biasa. Mahasuci Allah, Yang menciptakan wajah seindah itu. Jika seluruh pemahat paling hebat diseluruh dunia bersatu untuk mengukir wajah seindah itu tak akan mampu. Pelukis paling hebat pun tak akan bisa menciptakan lukisan dari imajinasinya seindah wajah Aisha. Keindahan wajah Aisha adalah karya seni mahaagung dari Dia Yang Maha Kuasa. Aku benar-benar merasakan saat-saat yang istimewa. Saat-saat untuk pertama kali melihat wajah Aisha. (Cuplikan Novel AAC) Aisha binti Rudolf Kremas/ Rudolf Omar diceritakan orang Turki berdarah Palestina. Sangat adil sekali, tokoh Aisha diperankan orang yang tepat yaitu artis mesir asli. Bingung juga ya? Novel islami difilmkan, trus ada adegan mesra dalam novel itu apakah juga ditampilkan di film?ya kecuali Fedi sama Artis mesir ini benar-benar menikah, tapi gak etis juga ya kalau kemesraan suami-istri buat konsumsi publik? Noura Noura….Kami kenal gadis itu. Kasihan benar dia. Malang nian nasibnya. Namanya Noura. Nama yang indah dan cantik. Namun nasibnya selama ini tak seindah nama dan paras wajahnya. Noura masih belia. Ia baru saja naik ke tingkat akhir Ma’had Al Azhar puteri. Sekarang sedang libur musim panas. Tahun depan jika lulus dia baru akan kuliah. Sudah berulang kali kami melihat Noura dizhalimi oleh keluarganya sendiri. Ia jadi bulan-bulanan kekasaran ayahnya dan dua kakaknya. Entah kenapa ibunya tidak membelanya. Kami heran dengan apa yang kami lihat. Dan malam ini kami melihat hal yang membuat hati miris. Noura disiksa dan diseret tengah malam ke jalan oleh ayah dan kakak perempuannya. Untung tidak musim dingin. Tidak bisa dibayangkan jika ini terjadi pada puncak musim dingin (Cuplikan Novel AAC) Noura Binti Adel. Sepintas kalau membaca cuplikan novel AAC terasa bahwa sosok tokoh Noura adalah tokoh yang menderita dan terdzalimi. Cocok memang dengan wajah Zaskia yang melankolis gitu. Tapi dari segi cerita Noura diceritakan gadis arab, tapi dalam Film kok beda? Paling nggak kalau diperankan artis Indonesia ya yang berwajah arab gitu, kayak Nabila Syakieb atau Jean Shalimar. Banyak juga yang tak setuju kalau Noura diperankan Zaskia Mecca Nurul Azkiya Kau tahu Nurul adalah puteri tunggal Bapak KH. Ja’far Abdur Razaq, pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Selain cantik dia juga cerdas dan halus budi. Sejak masih kelas satu aliyah sudah banyak kiai besar yang melamar Nurul untuk puteranya. Nurul tidak mau. Ketika akhirnya Nurul belajar di Al Azhar pinangan itu justru semakin banyak. Kiai Ja’far ayah Nurul berkali-kali menelpon Nurul agar segera menentukan pilihan pendamping hidupnya. Beliau merasa sangat tidak enak menolak pinangan terus menerus. Apalagi jika pinangan itu datangnya jadi kiai yang lebih senior dari beliau atau dari guru beliau. Jika Nurul sudah tunangan atau menikah dengan seseorang yang dipilihnya tentu kedua orang tua Nurul akan lebih tenang. Dan jika berjumpa dengan para kiai-kiai di Jawa Timur tidak akan terbebani oleh sindiran-sindiran halus dari para kiai yang meminang puterinya. Dua bulan yang lalu ayahnya menelpon ada pinangan dari Kiai Rahmad untuk puteranya Gus Anwar. Kiai Rahmad ini adalah gurunya ayah Nurul waktu mondok di Bandar Kidul Kediri. Ayah Nurul tidak bisa menolaknya kecuali Nurul sudah memiliki seorang calon di Mesir. Jika tidak, maka Nurul terpaksa harus menerima pinangan itu. Inilah masalahnya.” (Cuplikan Novel AAC) Melanie Putria Dewita Sari (lahir 1982) adalah wakil dari Sumatra Barat yang terpilih menjadi Puteri Indonesia 2002 saat berusia 20 tahun. Setelah terpilih menjadi Putri Indonesia 2002, karir Imel, begitu sapaan akrabnya, mulai menanjak, dari kegiatan sosial, nyanyi, MC, trus main film. Dia juga pernah main Film bareng Duta S07, Tak Biasa, Cinta Silver dan Kejar Jakarta. Tapi masih banyak lho yang gak tau orang ini. Ketika aku tau yan memerankan tokoh Nurul adalah Melanie Putria, kucari referensinya, dan baru kutau kalau dia adalah ex Putri Indonesia dan MC Kiss. Cocok apa nggaknya dengan sosok Nurul aku sendiri gak tau, lha wong gak terlalu memperhatikan dia kok. Justru tokoh Nurul ini amat sangat pas jika yang memerankan adalah Zaskia Mecca, iya kan?Sebagai referensi, di postingan ini aku tampilkan tokoh-tokoh Film AAC versi sutradara, dan versi aku sendiri, kira-kira mana yang cocok ya? gamba emang sengaja tidak ditampilkan secara penuh, biar penasaran….

Pengembangan Kurikkulum KTSP

Pengembangan Kurikkulum KTSP

PENGEMBANGAN KTSP

Sebagai produk dari masing-masing satuan pendidikan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan dapat menampilkan kekhasan atau keunggulan masing-masing satuan pendidikan. Untuk itu, sebelum menyusun dokumen-dokumen yang dibutuhkan, masing-masing satuan pendidikan terlebih dahulu perlu melakukan kajian atau analisis tentang potensi atau kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi baik pada saat ini maupun masa datang. Hasil analisis ini akan menjadi acuan dalam pengembangan visi, misi, strategi, dan program-program pembelajaran yang relevan dengan kondisi, potensi dan kebutuhan peserta didik serta daerah sekitarnya.

Di samping itu, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada bagian penjelasan mengamanatkan bahwa salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional adalah pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Penggunaan kata "kompetensi" sebagai basis kurikulum bertujuan untuk memberikan penekanan pada proses pembelajaran yang mengkondisikan setiap siswa agar mampu merefleksikan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, KTSP yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) memiliki visi dan misi yang dikembangkan berdasarkan potensi, kondisi, dan kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan, (2) kegiatan belajar-mengajar berpusat pada peserta didik, megembangkan kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan, menantang dan kontekstual, (3) penilian berbasis kelas yang bersifat internal sebagai bagian dari proses pembelajaran dan berorientasi pada kompetensi serta patokan ketuntasan belajar yang diperoleh melalui berbagai cara: kumpulan kerja siswa, hasil karya, penugasan, unjuk kerja dan tes tertulis, (4) pengelolaan satuan pendidikan lebih bersifat "school based management" untuk: pencapaian visi dan misi sekolah, pengembangan perangkat kurikulum oleh sekolah, pemberdayaan tenaga pendidikan dan sumber daya lainnya, kolaborasi secara horizontal dengan sekolah lain dan komite sekolah serta organisasi profesi, serta kolaborasi secara vertikal dengan Dinas dan Dewan Pendidikan.

Pusat Kurikulum akan mengembangkan model-model KTSP untuk berbagai kondisi satuan pendidikan antara lain sekolah-sekolah di perbatasan antar negara, sekolah yang berada di lingkungan sosial ekonomi rendah, sekolah yang berada di daerah terpencil atau masyarakat adat terpencil, model penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional, model sekolah mandiri.

Iplementasi

Keberhasilan suatu inovasi pendidikan, khususnya inovasi dalam pengenalan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat bergantung pada seberapa jauh dimensi koordinasi dapat dilakukan secara efektif dan komunikatif antar ?stakeholder? yang terkait.

Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam koordinasi adalah ?kesamaan visi? dan ?kesamaan langkah? dalam memberikan bantuan pada sekolah (guru dan kepala sekolah) sehingga sekolah tidak kebingungan ketika akan memulai untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dalam kondisi ini, sekolah (guru dan Kepala Sekolah) harus berada pada titik pusat ?network? yang simpul-simpulnya menyertakan ?stakeholder? lain yang berkepentingan dengan sekolah baik kepentingan pembinaan maupun kepentingan pemanfaatannya.

Semua bentuk/gagasan pembinaan untuk sekolah perlu memenuhi empat prinsip manajemen, yaitu P (Planning), O (Organizing), A (Actuating), dan C (Controlling) Khusus yang berkaitan dengan ?legalisasi? pada penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kepastian ?kapan launching KBK dimulai? dan ?bagaimana tahapantahapan implementasinya? serta ?apa strategi/pola desiminasinya?. Semua ini telah ditetapkan dalam satu keputusan menteri. Penetapan ini akan berimplikasi pada pola penyempurnaan pendidikan sekolah di sekolah/perguruan tinggi seperti tentang sistem ujian akhir, sistem penerimaan siswa/mahasiswa baru, mekanisme penyediaan dana, atau pada mekanisme sosialisasi, baik sosialisasi dari tingkat pusat ke daerah atau dari tingkat daerah ke sekolah.

KBM

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan proses aktif bagi siswa dan guru urituk mengembangkan potensi siswa sehingga mereka akan ?tahu? terhadap pengetahuan dan pada akhirnya ?mampu? untuk melakukan sesuatu.

Prinsip dasar KBM adalah memberdayakan semua potensi yang dimiliki siswa sehingga mereka akan mampu meningkatkan pemahamannya terhadap fakta/konsep/prinsip dalam kajian ilmu yang dipelajarinya yang akan terlihat dalam kemampuannya untuk berpikir logis, kritis, dan kreatif.

Prinsip dasar KBM lainnya yaitu: berpusat pada siswa, mengembangkan kreativitas siswa, menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai, menyediakan pengalaman belajar yang beragam dan belajar melalui berbuat.

Prinsip KBM di atas akan mencapai hasil yang maksimal dengan memadukan berbagai metode dan teknik yang memungkinkan semua indera digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing pelajaran

Penilaian berbasis kelas

Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut akan ?mengukur apa yang hendak diukur? dari siswa.

Salah satu prinsip penilaian berbasis kelas yaitu, penilaian dilakukan oleh guru dan siswa. Hal ini perlu dilakukan bersama karena hanya guru yang bersangkutan yang paling tahu tingkat pencapaian belajar siswa yang diajarnya. Selain itu siswa yang telah diberitahu oleh guru tersebut bentuk/cara penilaiannya akan berusaha meningkatkan prestasinya sesuai dengan kemampuannya.

Prinsip penilaian berbasis kelas lainnya yaitu: tidak terpisahkan dari KBM, menggunakan acuan patokan, menggunakan berbagai cara penilaian (tes dan non tes), mencerminkan kompetensi siswa secara komprehensif, berorientasi pada kompetensi, valid, adil, terbuka, berkesinambungan, bermakna, dan mendidik.

Penilaian tersebut dilakukan antara lain meliputi: kumpulan kerja siswa (portofolio), hasil karya (product), penugasan (project), unjuk kerja (performance) dan tes tertulis (paper and pencil test).

Setelah melakukan serangkaian penilaian yang sesuai dengan prinsip-prinsip di atas, maka orang tua siswa akan menerima laporannya secara komunikatif dengan menitik beratkan pada kompetensi yang telah dicapai oleh anaknya di sekolah.

Pengelolaan

Salah satu prinsip implementasi KBK adalah Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah. Prinsip ini perlu diimplementasi untuk memberdayakan daerah dan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola serta menilai pembelajaran sesuai dengan kondisi dan aspirasi mereka.

Prinsip Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah ini mengacu pada ?kesatuan dalam kebijaksanaan dan keberagaman dalam pelaksanaan?. Yang dimaksud dengan ?kesatuan dalam kebijaksanaan? ditandai dengan sekolah-sekolah menggunakan perangkat. dokumen KBK yang ?sama? dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan ?Keberagaman dalam pelaksanaan? ditandai dengan keberagaman silabus yang akan dikembangkan oleh sekolah masing-masing sesuai dengan karakteristik sekolahnya.

Dengan adanya Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah ini maka banyak pihak/instansi yang akan berperanan dan bertanggung jawab dalam melaksanakannya, misalnya: sekolah, kepala sekolah, guru, dinas pendidikan kebupaten atau

kota
, dinas pendidikan propinsi dan DEPDIKNAS.

Implikasi

Seperti telah di kemukakan di atas dengan prinsip keberagaman dalam pelaksanaan maka setiap sekolah dan guru dilapangan mempunyai tanggung jawab untuk menterjemahkan KBK dalam bentuk silabus yang akan mereka gunakan dalam pembelajaran di dalam kelas.

Silabus yang dibuat oleh masing-masing sekolah dan guru tersebut disusun berdasarkan karakteristik sekolahnya, baik dari aspek kemampuan sekolah, kemampuan guru, kemampuan siswa, sarana/prasarana yang dimiliki sekolah dan sebagainya Selain itu dalam menyusun silabus tidak ada ?acuan?

baku
mengenai format dan isinya sehingga guru diberi keleluasaan yang besar untuk mengapresiasikan kemampuannya menerjemahkan KBK.

Dalam penyusunan silabus dapat dilakukan dengan melibatkan para ahli atau instansi yang relevan di daerah setempat seperti tokoh masyarakat, instansi pemerintah, komite sekolah, dewan pendidikan, instansi swasta, perusahaan, perindustrian, dan sebagainya.

Evauasi

Evaluasi pelaksanaan kurikulum bertujuan untuk mengukur seberapa jauh penerapan kurikulum berstandar nasional dipakai sebagai pedoman pengembangan dan pelaksanaan kurikulum di daerah/sekolah, sehingga pelaksanaan kurikulum dapat dimengerti, dipahami, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dianalisa oleh peserta didik. Evaluasi dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan pengembangan kurikulum sebagai upaya untuk mengkaji ulang pelaksanaan kurikulum pada setiap jenjang pendidikan.

Evaluasi untuk program pelaksanaan pengembangan kurikulum di daerah memerlukan indikator keberhasilan sebagai tolak ukur pencapaian pelaksanaan kurikulum. Indikator keberhasilan kurikulum mencakup: 1. Indikator keberhasilan sosialisasi kurikulum 2. Indikator keberhasilan penyusunan silabus 3. Indikator keberhasilan penyusunan program tahunan dan semester 4. Indikator keberhasilan penyusunan rencana pembelajaran 5. Indikator keberhasilan penyusunan bahan ajar 6. Indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar


Tahapan Evaluasi

Evaluasi pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dilakukan oleh Tim ahli dari tingkat Pusat, Propinsi, dan daerah/kabupaten. Evaluasi ini dilakukan pada setiap tahap pelaksanaan untuk memperbaiki program pengembangan kurikulum terhadap keberhasilan sosialisasi kurikulum berstandar nasional, keberhasilan penyusunan silabus, EVALUASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

keberhasilan penyusunan program tahunan dan semester, keberhasilan penyusunan rencana pengajaran dan bahan ajar, serta keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Evaluasi menggunakan indikator keberhasilan pelaksanaan pengembangan kurikulum di daerah/sekolah dan selain itu evaluasi juga dapat dilakukan melalui pentahapan, mulai dari tahun pertama hingga tahun terakhir pelaksanaan kurikulum berstandar nasional.

Evaluasi pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan penilaian dalam penerapan kurikulum berstandar nasional yang dikembangkan atau disusun berdasarkan kemampuan daerah/sekolah, potensi daerah, dengan kekhasan/cirikhas daerah/sekolah. Prinsip penilaian pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan daerah masing-masing adalah penilaian terhadap relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, kepraktisan, dan efektivitasnya.

Evaluasi pelaksanaan kurikulum tidak hanya mengevaluasi hasil belajar peserta didik dan proses pembelajarannya, tetapi juga rancangan dan pelaksanaan kurikulum, kemampuan dan kemajuan siswa, sarana dan prasarana, serta sumber belajarnya.

Hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk menentukan kebijakan pendidikan pada tingkat pusat,daerah dan sekolah untuk memperbaiki kekurangan yang ada dan meningkatkan hasil yang lebih optimal. Hasil tersebut dapat juga digunakan oleh Kepala Sekolah, Guru, dan pelaksanaan pendidikan di daerah dalam memahami dan membantu meningkatkan kemampuan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode, dan perangkat

Tuesday, January 22, 2008

Analisis Kurikulum SDIT Al-Hijrah 2 Medan

Analisis Kurikulum SDIT Al-Hijrah 2 Medan

I.Latar Belakang

Sebelum melakukan analisis kurikulum terlebih dahulu kita melihat komponen-komponen yang ada di dalam kurikulum KTSP 2006 yang di terapkan oleh pemerintah (Mentri pendidikan Indonesia). Adapun komponen kurikulum KTSP 2006 yaitu
1.Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Dalam komponen pertama KTSP ini dapat dilihat ada kesesuaian dengan komponen teori kurikulum konseptual yaitu pada poin tujuan pembelajaran. Tujuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan meliputi:
a.Tujuan pendidikan dasar
Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pada komponen kedua KTSP ada beberapa kesesuaian dengan beberapa komponen teori kurikulum konseptual yaitu:
a.Pembelajaran dengan kurikulum
Pembelajaran dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini selain sangat menitikberatkan pada kompetensi juga tidak mengabaiakan penyampaian informasi atau materi. Materi-materi yang akan disampaiakan harus sesuai dengan kelompok-kelompok mata pelajaran yang telah ditetapkan, atau materi yang akan disampaikan tidak boleh bertentangan dengan kelompok mata pelajaran yang dikembangkan. Kelompok mata pelajaran yang dikembangkan sebagai berikut:
1)Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2)Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3)Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4)Kelompok mata pelajaran estetika
5)Kelompok mata pelajaran jasmani,olah raga dan kesehatan.
b.Kontekstual
Dalam KTSP pembelajaran dilakukan dengan pendekatan kontekstual.


c.Proses penilaian
Untuk proses penilaian dalam KTSP tidak hanya mementingkan penilaian tertulis. Dalam KTSP menggunakan penilaian berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas pada KTSP mempunyai kekhasan sebagai berikut:
1)Dari klasifikasi siswa bergeser ke pengembangan kemampuan siswa
2)Lebih cenderung:penilaian acuan kriteria
3)Kompetensi dan indicator menjadi acuan
4)Menerapkan berbagai macam penilaian
5)Berupaya memberikan profil kemampuan siswa secara lengkap
6)Mengoptimalkan .kompetensi siswa
d. Fokus terhadap output atau hasil akhir
Untuk dapat menghasilkan output yang mempunyai kompetensi maka dalam KTSP pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga sangat mengutamakan pencapaian kompetensi bagi siswa.Dalam KTSP terdapat pendidikan kecakapan hidup, yang meliputi:
1)Kurikulum untuk SD dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/kecakapan vokasional
2)Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran
3) Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.
2.Kalender Pendidikan
3.Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sesuai dengan teori kurikulum konseptual yaitu mengembangkan silabus,begitupula dalam KTSP. Silabus dapat didefinisikan sebagai”garis besar” ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam ramgka pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.

II. Analisis Kurikulum KTSP yang telah dimodifikasi di SDIT Al-Hijrah 2

Analisis kurikulum ini berdasarkan tugas yang diberikan kepada saya yaitu ruang lingkup kurikulum berdasarkan teori posisi Transformer dimana kurikulum dan siswa saling mendukung dalam proses mencapai tujuan pendidikan, dengan landasan filosofis yaitu psikologi humanistik aliran yang melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, dan motivasi yang dimilikinya. Siswa selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan
Dalam mengembangkan kurikulum SDIT Al-Hijrah 2 berdasarkan prinsip-prisnsip berikut:
1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentiongan peserta didik dan lingkungannya
2.Beragam dan terpadu
3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5.Menyeluruh dan kesinambungan
6.Belajar sepanjang hayat
7.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Dari dasar prinsip diatas sangat jelas bahwa kurikulum yang dikembangkan di SDIT Al-Hijrah 2 sudah sesuai dengan ruang lingkup kurikulum berdasarkan teori posisi yaitu transformer. Jika dilihat dari komponen kurikulum SDIT Al-Hijrah 2.
1.Tujuan
2.Visi
3.Misi
4.Kelompok mata pelajaran
5.Pengembangan diri
6.Beban belajar
7.Ketuntasan belajar
8.Kriteria naik kelas dan kelulusan
9.Kalender pendidikan

a. Analisis kurikulum ini dimulai dari
1. Tujuan
Dilihat dari komponen tujuan sangat baik karena SDIT Al-Hijrah 2 sudah memiliki Komponen kurikulum setandar dan malah dikembangkan lagi contoh tujuan pendidikan dasar yaitu ; meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan kepribadian, akhlak, serta keterampilan hidup mandiridan mengikuti pendidikan lebih lanjut. SDIT Al-Hijrah 2 menjabarkanya menjadi terperinsi lagi dengan 12 item yang mereka namakan quality assurance
2. Kelompok mata pelajaran
Dilihat dari mata pelajaran yang diajarkan sudah baik karena mencakup komponen pelajaran yang ada di KTSP, sehingga siswa telah memperoleh palajaran yang masimal.
3. Pengembangan Diri
Kegiatan ekstrakukrikuler sesuai minat dan bakat di SDIT Al-Hijrah 2 sangat banyak sehingga siswa dapat memilih sesuai dengan keinginan dan hobbinya sehingga keinginan siswa dapat terpenuhi dengan maksimal.
4. Beban belajar
Dilihat dari beban belajar siswa di gandakan, misal pada umumnya mata pelajaran matematika kelas 4 jam pelajaran di SDIT Al-Hijrah 2 menjadi 8 jam pelajaran begitu juga pelajaran lain. Karena SDIT Al-Hijrah 2 merupakan sekolah full day school.
5. Ketuntasan belajar
SDIT Al-Hijrah 2 sudah memiliki ketuntasan belajar, sehingga guru dapat mellihat keberhasilan siswanya disetiap mata pelajrannya disesuaikan dengan tingkat kesulitannya misalnya Matematika, Bahasa Inggris, B.Arab ketuntasannya 65 karena dianggap sulit, untuk mata pelajaran yang lain lebih tinggi.


6. Kriteria naik kelas dan kelulusan
SDIT Al-Hijrah 2 juga memiliki kriteria naik kelas dan kelulusan sehingga dalam rapat kenaikan kelas tinggal melihat kriteria tersebut, jika siswa ada yang tidak memenuhi kriteria tersebut otomatis siswa tidak naik atau lulus.
7.Kalender pendidikan
SDIT Al-Hijrah 2 memiliki kalender pendidikasn yang sudah dimodifikasi dilihat dari jam efektif mengajar, ulangan, ujian dan jadwal auting siswa juga sudah ada sehingga semua kegiatan siswa terjadwal dengan baik.
(semua komponen yang dianalisis dapat dilihat dalam lampiran).

III. Kelebihan dan kekurangan KTSP yang diterapkan di SDIT Al-Hijrah 2
a.Kelebihan
•Kurikulum KTSP SDIT Al - Hijrah 2 memiliki tujuan yang sangat sepesifik sehingga kita dapat melihat dengan jelas terget yang akan dicapai siswa dan guru
•Memiliki pengembangan diri yang sangat banyak yang dilakukan setiap hari sabtu dan menggunakan guru diluar guru yang mengajar (ahli dalam bidangnya), sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuanya sesuai dengan hobbynya
•Jam mengajar yang dilipat gandakan membuat pemahaman siswa terhadap materi dapat lebih mendalam
•Metode mengajar yang digunakan sangat berpariasi sehingga siswa tidak merasa bosan, berpijak pada pembelajaran yang Aktif, Kriatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).
•Penentuan ketuntasan belajar yang telah ditetapkan memudahkan guru untuk menilai seberapa berhasil dia mengajar didlam kelas
•Penentuan kriteri kenaikan kelas dan keluilusan juga membuat rapat naik kelas dan kelulusan tidak berlangsung lama guru hanya melihat kriteria saja dan menyatkan siswa lulus atau tidak.



b.Kekurangan
•Kurikulum KTSP SDIT Al - Hijrah 2, untuk pembelajran tematik dikelas rendah sudah menggunakan guru bidnag setudi tidak guru kelas sehingga pembelajaran tematik tidak berjalan maksimal
•Jam pelajaran yang begitulama karena melipat gandakan jam pertemuan, sehingga membuat jam pulang menjadi lama membuat siswa jenuh.

Thursday, January 17, 2008

Plus minus KTSP

ANALISIS
Teori Kurikulum yang Sesuai dengan KTSP
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sesuai dengan teori kurikulum konseptual. Inti dari teori konseptual adalah pada proses pembelajaran yang menggunakan kurikulum konseptual, sekolah mengutamakan dan mengembangkan silabus, penyampaian informasi atau transformasi informasi dan membaca, adanya tujuan pembelajaran dan menurut kenyataan atau kontekstual, proses penilaian dan fokus terhadap produk akhir atau output.
Analisis
Kurikulum dapat dikatakan sesuai dengan kurikulum konseptual karena komponen yang ada dalam KTSP sesuai dengan teori kurikulum konseptual tersebut. Komponen KTSP antara lain:
1. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Dalam komponen pertama KTSP ini dapat dilihat ada kesesuaian dengan komponen teori kurikulum konseptual yaitu pada poin tujuan pembelajaran. Tujuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan meliputi:
a. Tujuan pendidikan dasar
b. Tujuan pendidikan menengah
c. Tujuan pendidikan menengah kejuruan
2. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pada komponen kedua KTSP ada beberapa kesesuaian dengan beberapa komponen teori kurikulum konseptual yaitu:
a. Pembelajaran dengan kurikulum
Pembelajaran dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini selaia sangat menitikberatkan pada kompetensi juga tidak mengabaiakan penyampaian informasi atau materi. Materi-materi yang akan disampaiakan harus sesuai dengan kelompok-kelompok mata pelajaran yang telah ditetapkan, atau materi yang akan disampaikan tidak boleh bertentangan dengan kelompok mata pelajaran yang dikembangkan. Kelompok mata pelajaran yang dikembangkan sebagai berikut:
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani,olah raga dan kesehatan.
b. Kontekstual
Dalam KTSP pembelajaran dilakukan dengan pendekatan kontekstual. Pendekatan pembelajaran ini dipilih didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran kontekdstual atau CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
c. Proses penilaian
Untuk proses penilaian dalam KTSP tidak hanya mementingkan penilaian tertulis. Dalam KTSP menggunakan penilaian berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas pada KTSP mempunyai kekhasan sebagai berikut:
1) Dari klasifikasi siswa bergeser ke pengembangan kemampuan siswa
2) Lebih cenderung:penilaian acuan kriteria
3) Kompetensi dan indicator menjadi acuan
4) Menerapkan berbagai macam penilaian
5) Berupaya memberikan profil kemampuan siswa secara lengkap
6) Mengoptimalkan .kompetensi siswa
d. Fokus terhadap output atau hasil akhir
Untuk dapat menghasilkan output yang mempunyai kompetensi maka dalam KTSP pembelajaran tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga sangat mengutamakan pencapaian kompetensi bagi siswa.Dalam KTSP terdapat pendidikan kecakapan hidup, yang meliputi:
1) Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTS/SMLB, SMA/MA/SMALB/SMK/SMAK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/kecakapan vokasional
2) Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran
3) Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi.
3. Kalender Pendidikan
4. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Sesuai dengan teori kurikulum konseptual yaitu mengembangkan silabus,begitupula dalam KTSP. Silabus dapat didefinisikan sebagai”garis besar” ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam ramgka pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.